Dari Belajar Mengelas hingga Pameran Karya: Lapas Maros Tutup Pelatihan Kemandirian

September 13, 2025
1 min read

Maros – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros, semangat belajar warga binaan menemukan jalannya. Selama hampir dua pekan, mereka ditempa dalam pelatihan teknik pengelasan mulai dari teori dasar hingga praktik menciptakan produk nyata. Jumat 12 September 2025, pelatihan itu ditutup dengan pameran karya, menandai capaian yang lebih dari sekadar keterampilan teknis tapi sebuah modal untuk kembali menata hidup.

Pelatihan yang berlangsung selama 12 hari itu mengajarkan peserta mengenal peralatan, mempraktikkan teknik sederhana, hingga menghasilkan produk yang bisa digunakan di dunia kerja. Hasil karya yang dipamerkan bukan hanya simbol keahlian baru, tetapi juga langkah kecil menuju kemandirian setelah bebas nanti.

“Ilmu ini jangan berhenti di dalam lapas. Harus benar-benar dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Kepala Lapas Maros, Ali Imran, dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya keterampilan sebagai jembatan reintegrasi sosial baik untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri.

Instruktur yang mendampingi sejak awal turut memberi apresiasi, menyebut para peserta menunjukkan keseriusan dan semangat yang konsisten.

Pesan motivasi juga menutup kegiatan, menegaskan komitmen Lapas Maros untuk menghadirkan program pembinaan yang menyentuh dua sisi yaitu kemandirian dan kepribadian.

Di tengah stigma yang kerap melekat, pameran sederhana itu menghadirkan gambaran berbeda, ruang pemasyarakatan yang tak hanya mengurung, tetapi juga memberi peluang untuk membangun kembali harapan. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Usulan Kejati Sulsel: Menempatkan Jaksa di Pusat Sistem Peradilan

Postingan Selanjutnya

Rutan Masamba Salurkan Bantuan Sembako untuk Keluarga Warga Binaan

error: Content is protected !!

Don't Miss