Maulid Nabi di Lapas Sungguminasa: Keteladanan Rasulullah Jadi Bagian dari Pembinaan WBP

September 11, 2026
1 min read
Maulid Nabi di Lapas Sungguminasa: Keteladanan Rasulullah Jadi Bagian dari Pembinaan WBP.

GOWA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa bukan sekadar agenda keagamaan. Momentum itu digunakan untuk mengingatkan warga binaan bahwa perubahan diri membutuhkan keteladanan, kesabaran, dan kemauan memperbaiki perilaku.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Al-Ikhsan, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan dihadiri Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa Moh. Ilham Agung Setyawan, jajaran petugas, warga binaan, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Narkotika Sungguminasa.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW: Menjaga Amanah, Menabur Kebaikan, Menguatkan Empati dan Saling Mendoakan”, peringatan itu diarahkan untuk memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah.

Ilham mengatakan peringatan Maulid semestinya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai yang terkandung dalam keteladanan Rasulullah, kata dia, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk selama warga binaan menjalani masa pidana.

“Rasulullah SAW telah memberikan teladan yang luar biasa dalam menjaga amanah, berbuat kebaikan, bersikap sabar dan menghargai sesama. Nilai-nilai tersebut harus kita implementasikan dalam kehidupan kita, termasuk dalam menjalani proses pembinaan di Lapas,” kata Ilham.

Menurut dia, masa menjalani pidana dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga pembentukan karakter sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Ia meminta warga binaan menjaga kepercayaan yang diberikan, menaati tata tertib, menghindari pelanggaran, dan mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh.

“Rasulullah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang berakhlak dan dapat dipercaya. Karena itu, saya mengajak seluruh WBP untuk menjaga amanah selama menjalani pembinaan, menaati tata tertib, tidak melakukan pelanggaran, dan mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ilham berharap warga binaan memanfaatkan masa di Lapas untuk membangun kebiasaan dan perilaku baru.

“Jadikan masa di Lapas ini sebagai kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri,” katanya.

Peringatan kemudian diisi tausiah oleh Ustadz Muh. Aswar Liwang. Ia mengulas makna kelahiran Nabi Muhammad SAW serta pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan.

Kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, dan sikap menghargai sesama menjadi nilai yang disampaikan kepada jamaah. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan di lingkungan pemasyarakatan yang menempatkan perubahan perilaku sebagai salah satu bagian penting dari proses pembinaan.

Melalui peringatan Maulid tersebut, Lapas Narkotika Sungguminasa berupaya menempatkan nilai keagamaan bukan hanya sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan. Harapannya, perubahan yang dimulai selama berada di Lapas dapat berlanjut ketika mereka kembali ke masyarakat. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Produktif dari Balik Jeruji, Rutan Makassar Kembali Panen Ikan Lele dan Selada

Postingan Selanjutnya

Doa untuk ASN yang Gugur di Jayawijaya, Rutan Pangkep Mengheningkan Cipta

error: Content is protected !!

Don't Miss