MAROS — Guyuran hujan deras sejak Kamis (13/11/2025) dini hari membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Maros terendam banjir. Di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, air meluap hingga ke jalan poros Moncongloe–BTP, menimbulkan genangan cukup tinggi di sekitar Kantor Desa Moncongloe.
Melihat kondisi itu, Babinsa Desa Moncongloe, Koramil 1422-04/Mandai, Sertu Muh. Yusuf bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Muh. Said dan Kepala Desa Moncongloe Muhammad Iqbal langsung turun ke lokasi untuk membantu warga. Sejak pagi, mereka berjibaku di tengah hujan membantu pengendara yang kendaraannya mogok akibat genangan air.
“Air naik cukup cepat. Kami berupaya memastikan warga aman dan arus lalu lintas tetap terkendali,” ujar Sertu Muh. Yusuf.
Selain membantu warga melintas, ketiganya juga mengatur lalu lintas agar kendaraan tidak terjebak di titik genangan. Beberapa warga tampak ikut bahu-membahu, mendorong motor yang terendam air.
“Tadi ada beberapa pengendara yang hampir jatuh karena tidak memperkirakan kedalaman air,” kata Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal.

Hingga siang hari, kondisi di sekitar jalan poros masih tergenang, meski air mulai surut di beberapa titik. Babinsa dan aparat desa tetap siaga di lapangan untuk memantau perkembangan situasi, mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat meningkatkan debit air.
Aksi cepat aparat TNI, polisi, dan pemerintah desa ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.
Menurut Sertu Muh. Yusuf, kegiatan ini merupakan bagian dari program TNI PRIMA (TNI Peduli Rakyat dan Siaga), yang menekankan pentingnya kehadiran prajurit di tengah masyarakat, terutama saat terjadi situasi darurat.
“Kami akan terus berada di lapangan sampai kondisi benar-benar aman. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai aparat kewilayahan,” ujarnya.

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah Maros dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah desa mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor kepada aparat jika terjadi peningkatan debit air di lingkungan masing-masing. (Eka)