Makassar— Sulawesi Selatan akan menyambut hari terakhir September dengan langit yang penuh nuansa: pagi cerah berawan, siang yang membawa potensi hujan ringan, hingga malam yang kembali teduh di bawah awan tipis.
Menurut prakiraan BMKG Makassar, Senin (29/9/2025), langit pagi akan relatif bersahabat dengan cahaya matahari yang masih dapat menembus sela awan. Namun, saat siang hingga sore, gugusan awan tebal diperkirakan bergerak dari utara ke selatan, menurunkan hujan ringan di wilayah Bantaeng, Barru, Bone, Jeneponto, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Pinrang, Takalar, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Gowa dan Enrekang diprediksi menerima curah hujan lebih deras dengan intensitas sedang.
Malam hingga dini hari, langit kembali berawan, seolah memberi jeda pada tanah yang telah disiram hujan sore. Suhu udara berkisar antara 17–34°C dengan kelembapan tinggi mencapai 100 persen, menciptakan atmosfer lembap yang khas di wilayah tropis. Angin bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 10–35 km/jam, cukup membawa kesejukan di pesisir dan perbukitan.
Fenomena ini mencerminkan dinamika ekologi Sulawesi Selatan: dari pesisir Makassar yang sibuk hingga lereng-lereng Toraja yang hijau, cuaca bukan sekadar angka, melainkan denyut kehidupan. Bagi para petani, nelayan, dan masyarakat pegunungan, setiap tetes hujan adalah penanda ritme alam yang terus mereka ikuti.
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk esok hari. Namun, langit berawan dan hujan ringan menjadi pengingat bahwa alam senantiasa bergerak dalam siklusnya, menghadirkan kesegaran bagi tanah Sulawesi Selatan yang subur.