PANGKEP — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep menggandeng Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI) untuk memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pelatihan moralitas bertema Who Am I, Jumat, 23 Oktober 2026.
Pelatihan ini berfokus pada pengenalan diri, pemahaman nilai moral, dan pembentukan karakter sebagai bekal warga binaan menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Narasumber dari YPMBPBI, Erina Wongso, menyampaikan materi tentang pentingnya mengenali diri sendiri sebagai dasar membangun sikap dan perilaku yang baik. Materi meliputi moral, etika, sikap hormat, empati, pengendalian diri, serta penerapan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan diperkuat dengan pemutaran video edukatif. Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami bahwa perubahan perilaku tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kesadaran untuk memperbaiki diri.
“Moral yang baik bukanlah warisan, tetapi sikap yang tumbuh melalui keteladanan, kesadaran diri, dan nilai yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” kata Erina.
Kepala Rutan Pangkep, Rachmat Efendy, mengatakan pembinaan moralitas merupakan salah satu bagian dari upaya membantu warga binaan melakukan perubahan selama menjalani masa pembinaan.
Menurut dia, penguatan karakter diperlukan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan kehidupan yang harmonis. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya menekankan kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga perlu menyentuh kesadaran dan sikap individu.
“Melalui pendidikan moralitas seperti ini, kami berharap warga binaan dapat memperbaiki diri dan memiliki akhlak yang lebih baik sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Rachmat.
Kerja sama Rutan Pangkep dan YPMBPBI tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang diarahkan pada penguatan karakter warga binaan. Namun, manfaat pembinaan semacam ini pada akhirnya bergantung pada sejauh mana nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, termasuk setelah mereka bebas. (Eka)