MAKASSAR – Kunjungan kerja Staf Ahli Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Makassar dimanfaatkan jajaran pemasyarakatan sebagai momentum memperkuat evaluasi kinerja, reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, mengikuti rangkaian kunjungan tersebut bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Mulyadi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, serta para kepala UPT pemasyarakatan dan imigrasi di Kota Makassar, Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar. Dalam forum tersebut, jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membahas penguatan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel.
Rombongan kemudian meninjau langsung layanan keimigrasian untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung sesuai prinsip transparansi, efisiensi, dan berorientasi pada kepuasan publik. Peninjauan lapangan menjadi bagian penting dalam mengevaluasi implementasi standar pelayanan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan.

Agenda berlanjut ke Lapas Kelas I Makassar dengan fokus pada pelaksanaan fungsi pemasyarakatan, mulai dari pembinaan warga binaan, pengelolaan sarana dan prasarana, hingga tata kelola organisasi. Setelah itu, rombongan mengunjungi Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar guna meninjau aspek keamanan, ketertiban, pelayanan bagi warga binaan, serta kesiapan fasilitas pendukung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar operasional.
Menurut Gunawan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi sarana menerima arahan dari pimpinan, tetapi juga kesempatan mempelajari berbagai inovasi pelayanan yang telah diterapkan di UPT lain.
“Kunjungan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Selain menerima arahan dari Staf Ahli Menteri, kami juga memperoleh kesempatan melakukan studi tiru terhadap berbagai inovasi dan praktik baik yang diterapkan di UPT lain. Hal-hal positif tersebut akan kami jadikan referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta tata kelola di Lapas Narkotika Sungguminasa,” kata Gunawan.
Ia menambahkan, seluruh arahan yang diperoleh selama kunjungan akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen membangun sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kunjungan kerja tersebut juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi di lingkungan imigrasi dan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek administratif, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi pelayanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Melalui evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan setiap UPT mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan berintegritas. (Eka)