Maros — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, pada Senin memimpin inspeksi mendadak terhadap telepon genggam seluruh petugas. Langkah itu diambil sebagai upaya pencegahan terhadap maraknya praktik judi online yang kian mengkhawatirkan di Indonesia.
“Judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menurunkan moral serta disiplin kerja. Tidak ada ruang bagi praktik semacam ini di lingkungan kerja Lapas Maros,” kata Imran saat menegaskan komitmennya menjaga integritas lembaga.
Pemeriksaan perangkat dilakukan menyeluruh, menandai bentuk pengawasan internal yang semakin diperketat. Bagi pihak lapas, kegiatan ini tidak hanya sekadar deteksi dini, tetapi juga pembinaan disiplin yang menegaskan pentingnya sikap bersih, baik di dalam maupun di luar tugas kedinasan.
Kebijakan semacam ini mencerminkan tantangan yang lebih luas bagi lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Di satu sisi, mereka dituntut memberikan pelayanan yang profesional; di sisi lain, mereka harus menutup celah yang memungkinkan aparatnya sendiri terlibat dalam praktik ilegal yang justru kerap merusak kepercayaan publik.
Melalui inspeksi mendadak ini, Lapas Maros berharap dapat meneguhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan, sembari menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya ditujukan ke warga binaan, melainkan juga ke jajaran internal. (Eka)