Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan, Longsor Ancam Luwu Utara

Agustus 18, 2025
1 min read

Masyarakat Sulawesi Selatan diimbau mempersiapkan aktivitas harian dengan memperhatikan perkembangan cuaca. Berdasarkan prakiraan dari BMKG Makassar, wilayah Sulawesi Selatan berpotensi diguyur hujan ringan sejak pagi hingga malam hari, Selasa, 19 Agustus 2025.

Pada pagi hari, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami hujan ringan, sedangkan kondisi berawan masih akan mewarnai daerah seperti Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Makassar, Maros, Parepare, Sinjai, Soppeng, dan Wajo.

Memasuki siang hingga sore, intensitas hujan meningkat. Selain hujan ringan di sebagian besar kabupaten/kota, terdapat potensi hujan sedang di wilayah dataran tinggi dan utara seperti Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Pangkep, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, serta Toraja Utara. Kondisi berawan diprediksi tetap bertahan di Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar, dan Sinjai.

Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sulsel. Daerah seperti Bantaeng, Barru, Bulukumba, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Pangkep, Parepare, Soppeng, Takalar, dan Toraja Utara diperkirakan hanya mengalami cuaca berawan.

Adapun pada dini hari, seluruh wilayah Sulawesi Selatan secara umum akan berada pada kondisi berawan.

Suhu udara berkisar antara 18–31°C, dengan kelembapan tinggi mencapai 72–100%. Angin bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 8–33 km/jam.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir dan tanah longsor di sebagian kecil wilayah Luwu Utara. Kondisi ini perlu diantisipasi terutama oleh masyarakat yang bermukim di daerah rawan, seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai.

Prakirawan BMKG Makassar mengimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan imbauan dari pemerintah daerah setempat. (Eka)

Postingan Sebelum

Remisi HUT ke-80 RI, Dua Warga Binaan Lapas Maros Nikmati Kebebasan

Postingan Selanjutnya

Buron Dua Tahun, DPO Kasus Penganiayaan Babinsa TNI Ternyata Bekerja sebagai Sopir Dump Truck

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Remisi HUT ke-80 RI, Dua Warga Binaan Lapas Maros Nikmati Kebebasan

Postingan Selanjutnya

Buron Dua Tahun, DPO Kasus Penganiayaan Babinsa TNI Ternyata Bekerja sebagai Sopir Dump Truck

error: Content is protected !!

Don't Miss