GOWA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menggandeng mahasiswa Program Magister Biomedik Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk melaksanakan skrining Hepatitis B terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis, 2 Juli 2026. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penelitian akademik sekaligus upaya memperkuat deteksi dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa itu dilaksanakan tanpa dipungut biaya dan didampingi dosen Program Magister Biomedik Fakultas Pascasarjana Unhas, dr. Linda. Penelitian bertujuan memetakan prevalensi infeksi Hepatitis B di kalangan warga binaan sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.
Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang menyerang organ hati akibat virus Hepatitis B. Penyakit ini kerap berkembang tanpa gejala sehingga penderitanya tidak menyadari telah terinfeksi. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi, hubungan seksual yang tidak aman, maupun penggunaan alat yang telah terpapar virus.
Melalui skrining tersebut, peneliti berharap memperoleh gambaran kondisi kesehatan warga binaan secara lebih komprehensif. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat langkah pencegahan, edukasi kesehatan, hingga penanganan apabila ditemukan peserta dengan hasil pemeriksaan yang memerlukan tindak lanjut medis.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, mengatakan pihaknya mendukung penuh kolaborasi dengan kalangan akademisi karena dinilai memberi manfaat langsung bagi peningkatan layanan kesehatan di dalam lapas.
“Warga binaan merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap berbagai penyakit menular, termasuk Hepatitis B. Karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, maka deteksi dini melalui pemeriksaan seperti ini menjadi sangat penting. Selain memberikan manfaat bagi penelitian ilmiah, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sehingga apabila ditemukan hasil yang reaktif dapat segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh warga binaan,” ujar Gunawan.

Menurut dia, kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah. Selain mendukung penelitian, hasil skrining juga diharapkan memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Pelaksanaan penelitian ini sekaligus mencerminkan komitmen Lapas Narkotika Sungguminasa dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui deteksi dini dan tindak lanjut medis yang sesuai prosedur, lapas berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih sehat sekaligus mendukung pengendalian penyakit menular di dalam lembaga pemasyarakatan. (Eka)