Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar yang beragama Nasrani kembali melaksanakan ibadah rutin di Gereja Oikumene, Sabtu 14 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian yang digagas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Yayasan Yaski.
Menurut Kepala Sub Seksi Keuangan Rutan Makassar, Masrad Buntupilin, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan keagamaan tersebut, pelaksanaan ibadah secara rutin diharapkan dapat memperkuat mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Ibadah ini bertujuan agar warga binaan tetap tabah, memupuk iman, dan senantiasa takut akan Tuhan,” ujar Masrad.
Rangkaian kegiatan ibadah dimulai dengan doa, pujian, dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan oleh Pendeta Lin Agustine. Acara juga diisi dengan doa syafaat, pemberkatan, dan persembahan. Para warga binaan tampak khidmat dan larut dalam suasana ibadah.
Di akhir kegiatan, Masrad menyampaikan pesan pembinaan kepada warga binaan agar terus berpegang pada nilai-nilai kebenaran.
“Fokuslah meneladani firman Tuhan, miliki gaya hidup sebagai orang yang dikasihi Tuhan, dan serahkan seluruh rencana hidup kepada-Nya,” pesan Masrad.
Kegiatan ibadah rutin ini menjadi salah satu upaya pemasyarakatan untuk membina kepribadian warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan nilai-nilai positif dan spiritualitas yang kuat. (*/Eka)