MAKASSAR — Dini hari belum sepenuhnya selesai, tapi sebagian orang sudah bekerja. Di antara lampu jalan yang masih setia menyala, sekelompok orang justru sibuk membagikan nasi kotak. Bukan karena kelebihan stok, tapi karena merasa perlu berbagi.
Itulah yang terjadi dalam kegiatan Sahur Night Charity yang digelar keluarga besar PT Mata Nusantara Global bersama tim redaksi matanusantara.co.id pada malam ke-28 Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 02.35 WITA.
Mengusung tema “Jurnalis untuk Masyarakat”, kegiatan ini terasa seperti pengingat kecil bahwa kerja jurnalistik tidak selalu harus selesai di meja redaksi.
Sebanyak 200 paket makan sahur dibagikan kepada mereka yang masih terjaga di jalanan baik dari pekerja malam, pengendara, hingga warga yang kebetulan melintas. Rutenya pun tidak main-main mulai dari Jalan Bandang, Urip Sumoharjo, Fly Over, AP Pettarani, Mappaodang, hingga Veteran Selatan dan Utara.
Ramli, perwakilan PT Mata Nusantara Global, menyebut kegiatan ini sebagai upaya sederhana yang ingin tetap konsisten hadir tiap Ramadan.
“Ini bukan sekadar bagi makanan. Kami ingin tetap hadir untuk masyarakat, terutama yang masih beraktivitas menjelang sahur,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak akan berjalan tanpa banyak tangan yang ikut bergerak baik itu dari relasi, media partner, hingga organisasi masyarakat.
“Kami hanya memulai, tapi yang membuat ini hidup adalah kebersamaan banyak pihak,” kata Ramli.
Di tengah pembagian sahur itu, ada juga jurnalis yang tidak sekadar meliput, tapi ikut berjalan dan menyapa. Salah satunya Abu Bakar, wartawan redaksi SpasiNews.com yang turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Ia melihat ada hal yang sering luput dari kerja jurnalistik sehari-hari.
“Biasanya kami datang untuk mencatat peristiwa. Kali ini, kami ikut jadi bagian dari peristiwa itu,” ujar Abu Bakar.
Menurutnya, pengalaman turun langsung ke jalan di waktu sahur memberi perspektif berbeda tentang siapa sebenarnya yang sering luput dari perhatian.
“Di jam segini, kita jadi tahu siapa saja yang tetap bekerja ketika sebagian orang terlelap,” katanya singkat.
Kegiatan ini sendiri merupakan season kedua. Sebelumnya, pada 14 Maret 2026, agenda serupa dikemas dalam bentuk berbagi takjil dan buka puasa bersama di Warkop Siama, Makassar. Selain berbagi, momen itu juga jadi ruang temu antara jurnalis, relasi, dan mitra kerja.
Ramli berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda musiman.
“Kalau bisa, ini tidak berhenti di Ramadan saja. Harapannya bisa jadi gerakan sosial yang terus hidup,” ujarnya.
Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, mungkin memang selalu ada ruang untuk berbagi. Tinggal siapa yang mau memulainya dan siapa yang mau ikut berjalan bersama.