MAKASSAR — Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menggelar kegiatan pembinaan keagamaan bertajuk “Ramadhan Terbaik Ku”. Program ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan penuh keberkahan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan rutan tersebut diisi dengan tausiyah dan refleksi spiritual. Pihak rutan menilai Ramadhan bukan sekadar momentum tahunan, melainkan kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat komitmen keagamaan.
“Ramadhan adalah tamu agung yang membawa rahmat, ampunan, dan keberkahan. Karena itu, perlu disambut dengan hati yang bersih dan niat yang lurus,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mudzakkir Abd Razaq, Lc, alumni Universitas Al-Azhar. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya membersihkan hati dari penyakit batin, meluruskan niat dalam beribadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Menurut dia, ibadah di bulan Ramadhan semestinya tidak berhenti pada aspek ritual semata, melainkan berdampak pada sikap dan perilaku sehari-hari.
“Perubahan itu dimulai dari hati. Jika hati bersih, maka perilaku akan mengikuti,” ujarnya.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah menyatakan, kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini akan terus digelar secara berkelanjutan. Program tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk warga binaan agar lebih sadar, sabar, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan “Ramadhan Terbaik Ku”, Rutan Kelas I Makassar berharap momentum Ramadhan dapat menjadi ruang perenungan dan pembelajaran, sekaligus penguat nilai-nilai spiritual bagi seluruh peserta yang terlibat.