GOWA — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mulai memperlihatkan hasil nyata. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lapas tersebut dipercaya mengerjakan pesanan pagar besi custom dari masyarakat, sebuah capaian yang mencerminkan tumbuhnya keterampilan sekaligus kepercayaan publik.
Pembuatan pagar besi itu dilakukan oleh WBP di bawah pendampingan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Seluruh proses mulai dari pengukuran, pemotongan material, pengelasan, hingga tahap akhir penyelesaian dikerjakan secara mandiri oleh warga binaan dengan standar kerja yang terus diawasi petugas.
Kepercayaan masyarakat terhadap hasil karya WBP menjadi penanda penting keberhasilan pembinaan. Selain mengasah keterampilan teknis di bidang pertukangan besi, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab kerja merupakan nilai-nilai yang dinilai penting bagi proses reintegrasi sosial.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, mengatakan bahwa perubahan sikap dan etos kerja WBP merupakan indikator utama keberhasilan pembinaan di dalam lapas.
“Melalui kegiatan produktif seperti ini, kami melihat WBP semakin percaya diri dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga membangun sikap kerja yang akan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Gunawan menambahkan, pihaknya terus mendorong program pembinaan berbasis keterampilan yang memiliki nilai ekonomis sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi WBP setelah selesai menjalani masa pidana.
Pesanan pagar besi yang dikerjakan WBP ini sekaligus menegaskan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan humanis. Lebih dari sekadar tempat menjalani hukuman, lapas diarahkan menjadi wahana pembentukan kembali kemampuan dan martabat warga binaan agar siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (Eka)