Makassar — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menyelenggarakan Perayaan Natal bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani, Sabtu 20 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan rutan itu digelar dengan khidmat, tertib, dan aman sebagai bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus pemenuhan hak beribadah warga binaan.
Perayaan Natal tersebut diikuti oleh warga binaan Nasrani dengan rangkaian acara yang diawali sambutan Ketua Panitia Perayaan Natal.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan serta mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Sambutan kemudian disampaikan perwakilan Gereja Rutan Kelas I Makassar yang menekankan makna Natal sebagai momentum penguatan iman, pengharapan, dan kasih, khususnya bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan. Menurutnya, perayaan Natal menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual di tengah keterbatasan.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan pembinaan keagamaan secara inklusif dan berkelanjutan.
“Perayaan Natal ini kami harapkan dapat memberikan ketenangan batin, semangat baru, serta menjadi penguat nilai moral dan spiritual bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga berjalan lancar dan penuh makna.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, dalam sambutannya mengajak warga binaan untuk memaknai Natal sebagai sarana refleksi diri dan pembaruan hidup.
Ia menekankan pentingnya nilai toleransi, kasih, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan, sebelum memasuki acara inti berupa ibadah Perayaan Natal yang berlangsung khusyuk.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan memperoleh ketenangan batin, memperkuat nilai spiritual, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan. (Thamrin/Eka)