Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak Literasi HAM di Ruang Digital

November 16, 2025
1 min read

Pontianak — Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, membuka kuliah umum di Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak dengan sebuah pesan yang ia sebut sebagai “mandat generasi muda”. Di hadapan ratusan mahasiswa, ia menegaskan bahwa generasi Z merupakan simpul penting masa depan HAM Indonesia, terutama di tengah dominasi ruang digital sebagai ruang interaksi utama.

“Mahasiswa itu kunci penguatan hak asasi manusia. Mereka sangat vital sebagai pengguna media sosial,” ujar Mugiyanto dalam sambutannya, Sabtu 15 November 2025 pagi. Ia mendorong mahasiswa menjadi juru bicara isu HAM, keberagaman, toleransi, serta mendorong tumbuhnya kemampuan berpikir kritis.

Kuliah umum berlangsung hangat dan interaktif. Dalam paparannya, Mugiyanto memotret pola penggunaan media digital generasi Z sebagai peluang memperluas wacana publik yang lebih inklusif. Menurut dia, ruang maya tidak hanya menjadi kanal ekspresi, tetapi juga arena persebaran nilai yang dapat menantang narasi intoleransi.

Suara Kampus dan Peran Strategis UPB

Mugiyanto juga menyinggung kedekatannya dengan UPB Pontianak. Ia menilai kampus tersebut memiliki budaya akademik yang “hidup dan dinamis”, dengan banyak mahasiswa terlibat dalam riset, advokasi, dan forum-forum HAM.

“UPB ini punya energi mahasiswa yang kuat,” kata Mugiyanto. Ia berharap kampus dapat terus menjadi pusat pemikiran yang mendorong penyebaran nilai HAM melalui ruang kelas, organisasi mahasiswa, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

Pimpinan kampus, menurut dia, memegang peran penting dalam memastikan nilai-nilai tersebut berakar kuat di lingkungan akademik.

Rencana Kolaborasi Penguatan HAM

Di bagian akhir kuliah umum, Mugiyanto menyampaikan rencana Kementerian Hukum dan HAM menjalin kerja sama lebih intens dengan UPB Pontianak. Bentuk kerja sama tersebut mencakup penyusunan usulan kebijakan terkait masyarakat adat dan penguatan regulasi HAM bagi kelompok rentan.

Ia menilai UPB Pontianak memiliki kapasitas akademik yang kuat, terutama melalui Fakultas Hukum yang aktif menyumbang kajian kebijakan. Posisi Rektor UPB, Dr. Purwanto, sebagai Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalimantan Barat, juga dianggap strategis untuk membangun kolaborasi lintas kampus.

“Kami ingin bekerja sama erat untuk melakukan penguatan HAM di Indonesia melalui kampus,” ujar Mugiyanto menutup sesi kuliah umum.

Kuliah umum itu menegaskan kembali pentingnya kehadiran juru bicara baru di ruang digital dengan mahasiswa yang peka, kritis, dan berani menjaga nilai kemanusiaan. (Eka)

Postingan Sebelum

Rutan Pangkep Berbagi Lewat Tourbas di HUT Perdana Kemenimipas

Postingan Selanjutnya

Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 17 November 2025: Hujan Ringan hingga Sedang di Sejumlah Wilayah

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Rutan Pangkep Berbagi Lewat Tourbas di HUT Perdana Kemenimipas

Postingan Selanjutnya

Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 17 November 2025: Hujan Ringan hingga Sedang di Sejumlah Wilayah

error: Content is protected !!