Makassar — Atmosfer di atas Sulawesi Selatan diperkirakan akan dipenuhi lapisan awan tebal dalam 24 jam ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar memprediksi hujan akan mendominasi sebagian besar wilayah provinsi ini pada Senin, 27 Oktober 2025, dengan intensitas bervariasi dari ringan hingga sedang.
Sejak pagi hari, hujan ringan diperkirakan menyelimuti sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan. Namun, langit tampak lebih bersahabat di kawasan Palopo, Parepare, Pinrang, dan Toraja Utara, yang diprediksi hanya berawan.
Memasuki siang hingga sore hari, aktivitas atmosfer meningkat. Curah hujan akan lebih merata dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah seperti Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Tana Toraja. Kota Parepare menjadi pengecualian, di mana awan tebal berpotensi menggantung tanpa menurunkan hujan.
Malam hari tidak sepenuhnya tenang. Lapisan awan diperkirakan tetap bertahan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah pegunungan dan pesisir seperti Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo, Pinrang, Sidrap, Kepulauan Selayar, serta kawasan Luwu Raya. Kondisi serupa juga dapat terjadi menjelang dini hari di Barru, Bone, Enrekang, Pangkep, dan Sinjai.
Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 20–34°C dengan kelembapan tinggi antara 75–100 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 9–19 kilometer per jam, menandakan masih kuatnya pengaruh angin muson timur yang membawa kelembapan dari perairan Laut Banda dan Teluk Bone.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan kontur perbukitan dan curah hujan tinggi seperti Bone, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, Makassar, Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai.
Fenomena cuaca ini merupakan bagian dari dinamika transisi musim di wilayah timur Indonesia. Menurut para ahli klimatologi, pada periode ini suhu permukaan laut di sekitar Sulawesi Selatan cenderung hangat, memperkuat penguapan dan membentuk awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan berulang.
Sebagaimana disampaikan Prakirawan BMKG Makassar, laporan cuaca ini disusun pada 26 Oktober 2025 pukul 14.00 WITA dan dapat dipantau lebih lanjut melalui laman resmi BMKG.