Parepare — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare kembali menjadi sorotan publik setelah menggelar program kesehatan besar-besaran bagi warga binaannya. Sebanyak 250 warga binaan lapas menjalani screening HIV/AIDS, sebuah langkah penting untuk mewujudkan lapas sehat sekaligus mencegah penularan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Lapas Parepare dan Puskesmas Lompoe Kota Parepare. Pemeriksaan dilakukan langsung di tribun lapas dengan melibatkan tenaga medis profesional.
“Setiap warga binaan lapas berhak mendapat layanan kesehatan. Screening HIV/AIDS ini bukan hanya deteksi dini, tetapi juga bentuk perlindungan kesehatan bersama bagi seluruh penghuni lapas,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten.
Lapas dan Tantangan Kesehatan Nasional
Isu kesehatan di lapas Indonesia sering kali menjadi sorotan, terutama terkait potensi penyebaran penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC, dan hepatitis. Kondisi overkapasitas di banyak lapas membuat perhatian terhadap kesehatan semakin mendesak.
Program screening HIV/AIDS di Lapas Parepare ini sekaligus menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan bagi masyarakat binaannya.
Edukasi Warga Binaan Lapas

Selain pemeriksaan, tenaga medis memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS, cara pencegahan, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat. Langkah ini diharapkan meningkatkan kesadaran warga binaan lapas akan pentingnya menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan.
Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan bergiliran dengan tetap menjaga kerahasiaan data dan kenyamanan warga binaan. Hal ini menunjukkan bahwa aspek kemanusiaan tetap dijunjung tinggi di Lapas Parepare.
Komitmen Lapas Sehat
Program kesehatan ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Hukum dan HAM yang menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan di lapas. Dengan kolaborasi bersama instansi kesehatan daerah, lapas diharapkan tidak lagi menjadi titik rawan penyebaran penyakit, melainkan bagian integral dari sistem kesehatan masyarakat.
Upaya Lapas Parepare ini memberi harapan baru bahwa lapas-lapas di Indonesia dapat menjadi contoh dalam mengintegrasikan pembinaan dengan layanan kesehatan, demi melindungi warga binaan sekaligus masyarakat luas ketika mereka kembali ke lingkungan sosial. (Eka)