Makassar— Lapas Parepare kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang fokus pada pembinaan manusia, bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Hal itu tampak dari partisipasi aktifnya dalam Kemah Bhakti Pramuka Pemasyarakatan 2025 yang dipusatkan di Lapas Kelas I Makassar dan resmi dibuka Kamis (18/9/2025) oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Dengan mengusung tema “Tangguh dalam Cobaan, Tumbuh dalam Pembinaan”, acara ini menjadi wadah pembentukan disiplin, kemandirian, dan kebersamaan warga binaan.
Lapas Kelas IIA Parepare mengutus 10 warga binaan dari Gugus Depan Baharuddin Lopa, menegaskan bahwa pembinaan karakter tetap menjadi prioritas utama di balik tembok lapas.
Kalapas Parepare: Pembinaan Harus Menyentuh Hati

Kepala Lapas Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa pembinaan sejati harus melampaui rutinitas harian.
“Di Lapas Parepare, kami percaya bahwa setiap warga binaan punya hak untuk berubah. Pembinaan tidak hanya soal aturan, tapi juga menyentuh hati, membangkitkan kesadaran, dan menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan bisa diperbaiki. Gerakan Pramuka memberi mereka pengalaman nyata untuk belajar disiplin, tangguh, dan siap kembali ke masyarakat dengan karakter lebih baik,” ujarnya.
Marten menambahkan, partisipasi dalam Kemah Bhakti adalah bukti keseriusan Lapas Parepare dalam menyiapkan reintegrasi sosial.
“Kami ingin stigma lama terkikis. Warga binaan pulang dengan semangat baru, membawa nilai kemandirian dan tanggung jawab, bukan beban masa lalu,” tambahnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengapresiasi langkah pembinaan yang dilakukan jajaran pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa lapas mampu menjadi ruang pendidikan karakter.
“Reintegrasi sosial tidak bisa hanya retorika. Pembinaan seperti yang dilakukan Lapas Parepare adalah kunci agar warga binaan kembali sebagai pribadi yang lebih matang,” tegasnya.
Selaras dengan Kebijakan Nasional

Partisipasi Lapas Parepare di Kemah Bhakti 2025 juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM serta 21 Arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam peningkatan kualitas pembinaan kepribadian.
Citra Baru Lapas Parepare
Bagi Lapas Parepare, keikutsertaan ini lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjadi simbol bahwa pemasyarakatan di Indonesia sedang bergerak menuju paradigma baru yaitu lembaga yang menumbuhkan harapan, memperkuat karakter, dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali sebagai bagian masyarakat yang lebih baik.
Dengan menonjolkan komitmen pembinaan, inovasi melalui Gerakan Pramuka, serta sinergi dengan pemerintah daerah, Lapas Parepare berhasil mempertegas citra positifnya sebagai salah satu lapas percontohan di Sulawesi Selatan. (Eka)