Gowa – Di Masjid Al-Ikhlas yang berdiri di tengah Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Sabtu (13/9/2025), gema shalawat bergema bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang hadir, acara itu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan undangan untuk merenungi kembali arah hidup dengan meneladani akhlak Rasulullah.
Penceramah Ustadz Jumari Tata mengingatkan bahwa inti dari Maulid Nabi bukan terletak pada perayaannya, melainkan pada kesediaan umat untuk menghidupkan teladan Nabi dalam keseharian.
“Akhlak Nabi adalah teladan terbaik bagi kita semua. Jika kita mampu mencontohi akhlak beliau, insyaAllah hidup kita akan lebih tenang, penuh rahmat, dan bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya di hadapan jamaah.

Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa peringatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual. Ia mengajak WBP menjadikan cinta kepada Rasulullah sebagai fondasi perubahan.
“Hati yang damai akan melahirkan sikap taat, sabar, dan penuh rasa syukur. Dengan hati yang damai pula, kita bisa mencegah terjadinya gangguan kamtib di dalam lapas,” kata Gunawan.

Acara yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama, menyatukan harapan agar nilai-nilai keteladanan Nabi tidak hanya menjadi wacana di dalam lingkungan lapas, tetapi juga bekal saat kembali ke masyarakat. (Eka)