MAKASSAR — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, Mulyadi, melakukan kunjungan perdana ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar, Jumat, 12 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi serta meninjau secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di salah satu unit pelaksana teknis terbesar di Sulawesi Selatan.
Dalam kunjungan itu, Mulyadi didampingi Kepala Rutan Kelas I Makassar meninjau sejumlah fasilitas pelayanan dan pembinaan. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Klinik Pratama dr. Sahardjo, ruang Bimbingan Kerja (Bimker) Tarungku, dapur pengolahan makanan, hingga blok hunian warga binaan.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan, pembinaan kemandirian, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pengelolaan hunian berjalan sesuai standar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Saat berada di blok hunian, Mulyadi menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah warga binaan. Ia memberikan motivasi agar mereka menjalani masa pidana dengan disiplin serta memanfaatkan program pembinaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Kami berharap warga binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik sehingga memiliki kesiapan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat,” kata Mulyadi.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah menyebut kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan.
Menurut dia, kehadiran pimpinan wilayah memberikan energi positif sekaligus penguatan terhadap komitmen pegawai dalam menjalankan tugas pemasyarakatan secara profesional dan humanis.
Mulyadi mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan Rutan Makassar. Ia meminta seluruh jajaran mempertahankan semangat kerja, memperkuat sinergi, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat.
Kunjungan perdana tersebut diharapkan memperkuat komitmen Rutan Kelas I Makassar dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang optimal, sekaligus menjaga lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif. (Eka)