Warga Binaan Rutan Pangkep Produksi Kerajinan Bernilai Jual dari Lidi Sawit dan Bambu

Juni 9, 2026
1 min read
Warga Binaan Rutan Pangkep Produksi Kerajinan Bernilai Jual dari Lidi Sawit dan Bambu.

PANGKEP — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep terus mendorong program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan yang berorientasi pada produktivitas dan pemberdayaan ekonomi. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah pelatihan pembuatan kerajinan tangan di Ruang Bimbingan Kerja (Bimker), Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mengolah bahan baku sederhana berupa lidi kelapa sawit dan bambu menjadi berbagai produk kerajinan. Hasilnya antara lain tudung saji, penutup bosara, tempat bumbu, hingga keranjang pakaian yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Kepala Rutan Pangkep, Rachmat Efendy, mengatakan pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembinaan warga binaan. Menurut dia, keterampilan kerja yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka diharapkan lebih siap membangun kehidupan yang mandiri dan produktif,” kata Rachmat.

Selain melatih keterampilan teknis, program tersebut juga diarahkan untuk menanamkan nilai disiplin, ketekunan, kreativitas, dan etos kerja. Seluruh proses produksi dilakukan di bawah pendampingan petugas guna memastikan kegiatan berjalan sesuai standar sekaligus menghasilkan produk yang layak dipasarkan.

Warga Binaan Rutan Pangkep Produksi Kerajinan Bernilai Jual dari Lidi Sawit dan Bambu.

Rutan Pangkep juga berupaya memperluas akses pemasaran hasil karya warga binaan. Produk-produk kerajinan tersebut akan dipromosikan melalui pameran, kerja sama dengan berbagai mitra, serta kanal pemasaran lain yang tersedia.

Langkah itu sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong optimalisasi pemasaran produk hasil karya warga binaan sebagai bagian dari penguatan program pembinaan berbasis kemandirian.

Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, Rutan Pangkep berharap warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga kesiapan untuk berwirausaha dan mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pembinaan, sehingga dapat kembali berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat. (Eka)

Latest from Blog

Postingan Sebelum

Jaksa Agung Minta Calon Jaksa Junjung Integritas dan Hati Nurani

Postingan Selanjutnya

Warga Binaan Lapas Narkotika Sungguminasa Hasilkan Kerajinan Bernilai Jual Selama Masa Pembinaan

error: Content is protected !!

Don't Miss