MAROS — Lapas Kelas IIB Maros menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih inklusif melalui program “Kelas Lansia Ceria”, yang ditujukan khusus bagi warga binaan lanjut usia. Kegiatan yang digelar Minggu 19 April 2026 ini digelar di lingkungan lapas dengan suasana hangat, edukatif, dan menekankan aspek kebersamaan.
Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik warga binaan lansia, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari senam ringan, pemeriksaan kesehatan sederhana, hingga sesi motivasi dan interaksi sosial.
Petugas lapas, dr. Tahria, mengatakan kelompok lansia membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding warga binaan lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan layanan yang lebih ramah dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar warga binaan lansia,” ujarnya.
Kepala Lapas Maros, Ali Imran, menegaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam memberikan pembinaan yang setara tanpa membedakan usia maupun latar belakang.
“Seluruh warga binaan berhak memperoleh pelayanan dan pembinaan yang layak selama menjalani masa pidana,” kata dia.
Kegiatan berlangsung dengan suasana akrab. Para peserta tampak aktif berinteraksi dan mengikuti setiap sesi yang diberikan. Selain sebagai sarana pembinaan, program ini juga berfungsi sebagai ruang rekreasi yang dinilai mampu mengurangi kejenuhan serta menjaga kesehatan mental warga binaan lansia.
Melalui “Kelas Lansia Ceria”, Lapas Maros menegaskan arah pembinaan yang lebih humanis dan berkeadilan. Program serupa direncanakan berlangsung secara berkala sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan bagi kelompok rentan. (Eka)