Makassar — Dari balik tembok tinggi Rutan Kelas I Makassar, lantunan adzan terdengar lebih syahdu dari biasanya. Bukan dari menara masjid, melainkan dari suara para warga binaan yang tengah mengikuti lomba adzan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Kegiatan yang digelar jelang Ramadan yang tinggal kurang dari 100 hari lagi itu disambut dengan antusias dan kesungguhan.
Peserta datang dengan persiapan masing-masing, melantunkan adzan dengan tartil dan penghayatan. Bagi sebagian warga binaan, ini bukan sekadar perlombaan tapi ini adalah ruang sunyi tempat mereka menguji ketenangan, memperbaiki diri, dan mengenali kembali sisi spiritual yang mungkin lama mereka abaikan.
Kepala BHP Makassar, Djanwar Bakkara, mengapresiasi upaya pembinaan tersebut. Lomba adzan seperti ini, kata dia, bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi sebuah proses pembinaan yang memberi kesempatan bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki diri.
“Semangat yang ditunjukkan para peserta adalah bukti bahwa perubahan selalu mungkin terjadi ketika kita diberi ruang dan bimbingan yang tepat,” ujarnya.
Usai penilaian, peserta terbaik mendapatkan hadiah sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kemampuan yang mereka tampilkan. Pemberian hadiah itu bukan semata simbol kemenangan, melainkan dorongan bagi warga binaan untuk terus terlibat dalam program pembinaan lain yang disiapkan rutan.
Antusiasme tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Rutan Makassar. Pengelola berencana menghadirkan lebih banyak program pembinaan yang relevan dan berkelanjutan, terutama menyambut bulan Ramadan, masa yang kerap menjadi titik balik bagi banyak warga binaan untuk menata hati dan menata ulang perjalanan hidup mereka. (Eka)