Sebuah gerobak kayu sederhana kini menjadi jendela ilmu di balik jeruji Rutan Kelas I Makassar. Namanya Gerobak Baca. Dari rak-rak kecil yang tersusun rapi, puluhan buku pengetahuan umum, keterampilan, agama, hingga bacaan ringan tersedia untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Langkah ini bukan sekadar menghadirkan hiburan di sela rutinitas. Gerobak Baca digagas untuk menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, dan memberi semangat baru bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
“Gerobak Baca bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga membuka kesempatan untuk menambah wawasan, melatih daya pikir, dan membangun kebiasaan positif,” kata pihak Rutan Makassar, Rabu (3/9/2025).
Di balik jeruji, literasi hadir sebagai ruang kebebasan baru. Membaca tidak lagi sekadar pengisi waktu, tetapi bekal berharga untuk menatap masa depan.
Rutan berharap lingkungan belajar yang tumbuh lewat Gerobak Baca bisa menjadi jembatan perubahan sikap dan perilaku, sehingga warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat.
Gerobak Baca mungkin sederhana. Namun, di setiap halaman yang dibuka, tersimpan peluang bagi warga binaan untuk lebih percaya diri, berdaya, dan penuh semangat ketika kelak kembali ke tengah masyarakat. (Eka)