MAKASSAR — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar membekali warga binaan dengan kemampuan membaca dan menulis melalui program pembinaan literasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, warga binaan mengikuti pembelajaran dengan bimbingan pengajar. Mereka belajar mengenal huruf, merangkai kata, membaca, hingga berlatih menulis.
Pembinaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dasar literasi sekaligus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri. Melalui pembelajaran berkelanjutan, mereka diharapkan lebih percaya diri dan memiliki motivasi untuk terus belajar.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, mengatakan pembinaan literasi merupakan salah satu bekal penting bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri menjalani kehidupan setelah bebas.
“Kami berharap melalui pembinaan literasi, warga binaan semakin termotivasi untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yohanes.
Rutan Makassar menyatakan akan terus mendukung program pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Kemampuan membaca dan menulis diharapkan menjadi salah satu modal bagi mereka untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemandirian, dan beradaptasi ketika kembali ke lingkungan sosial.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan.