Parepare— Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Hernowo meresmikan proyek perubahan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare yang mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui teknologi pertanian berbasis smart farming, Kamis (1/10).
Peresmian proyek bertajuk “Transformasi Pembinaan Kemandirian WBP melalui Ekosistem Ketahanan Pangan Cerdas Berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Parepare” itu dihadiri Wali Kota Parepare dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Proyek perubahan tersebut digagas Kepala Lapas Kelas IIA Parepare Marten, Bc.IP., S.H., M.H., sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan.

Setelah peresmian, Hernowo bersama Wali Kota Parepare dan jajaran Forkopimda meninjau fasilitas yang menjadi bagian dari proyek tersebut, termasuk greenhouse untuk budidaya hidroponik dan kebun ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Dalam peninjauan itu, rombongan melihat penerapan sistem smart farming pada area budidaya. Teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari pengelolaan kegiatan pertanian sekaligus menjadi sarana praktik bagi warga binaan.

Program tersebut menggabungkan kegiatan budidaya hidroponik, pengelolaan kebun ketahanan pangan, dan pemanfaatan teknologi pertanian dalam satu program pembinaan.
Bagi Lapas Parepare, pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas keterampilan warga binaan dalam kegiatan produktif selama menjalani masa pidana. Program itu juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang menghubungkan keterampilan kerja dengan teknologi pertanian.

Kehadiran Wali Kota Parepare dan unsur Forkopimda dalam peresmian tersebut turut memperkuat koordinasi antara Lapas Parepare dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pembinaan.
Hernowo mengatakan pengembangan inovasi di satuan kerja pemasyarakatan perlu diarahkan pada program yang dapat diterapkan dalam pembinaan warga binaan.
Proyek perubahan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Parepare dengan memanfaatkan fasilitas pertanian dan teknologi smart farming yang tersedia. (Eka)